Suamiku Super Ganteng…

Mas Budi –sebut saja begitu- tersenyum. Sejenak ia memandang wajah istrinya. Agak heran, “Ada apa, ya, dengan istriku, kok pakai memuji segala?” Begitulah salah satu reaksi suami ketika pertama kali menjumpai sang istri memuji dirinya. Hampir semua suami pasti senang mendengarnya,tak jarang malah melambung tinggi ke udara, apalagi yang memuji tersebut adalah orang yang paling dicintai. Memuji suami adalah sesuatu yang dianjurkan bagi para istri.Ini termasuk perkara yang terpuji dalam rangka menyenangkan hati suami. Bila ikhlas dilakukan demi sang suami tercinta, insya Alloohu Ta’ala berpahala.

Kaum Adam pun Sama

Urusan puji memuji bukan hanya spesial buat kaum wanita. Pria pun ingin dan butuh suatu pujian. Kalau para suami itu mau jujur, sebenarnya perasaan mereka tidak jauh beda dengan para istri, dalam hal keinginan untuk dipuji.

Pujian, bagi kita menandakan suatu penghargaan terhadap kelebihan atau usaha jerih payah kita. Sudah jadi kodratnya, manusia itu suka dihargai dan berharap sekali setiap orang menghargai terlebih istri tercinta.

Reaksi suami ketika dipuji pun tak beda jauh dengan para istri. Tersenyum, tertawa, malu-malu, atau yang lainnya sebagaimana umum terjadi pada wanita.

Yang boleh dan dilarang
Pada asalnya hukum memuji boleh-boleh saja. Kapan pun dan buat siapa pun. Namun, ada pengecualian dan itu termasuk pujian yang dilarang, yaitu jika pujian kita tersebut berlebihan, atau ada tujuan tertentu yang bertentangan dengan syariat agama, seperti menjilat atasan, dan lain sebagaimanya. Termasuk juga dalam larangan yaitu pujian yang membuat sombong, sum’ah dan ujub.

Larangan memuji demikian itu diisyaratkan oleh Rasulullaah shalallahu’alaihi wassallaam,

“Janganlah kalian mengagungkanku seperti yang diperbuat orang Nasrani terhadap Isa bin Maryam, karena sebenarnya aku tidak lebih dari hamba Allah. Sebut saja aku ini hamba Allah dan rasul-Nya (Riwayat Bukhari).

Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran bahwa pujian itu harus sesuai dengan kenyataan, tidak boleh berlebih-lebihan (sampai keluar dari yang sebenarnya).

Saat tepat memuji suami
Agar manjur pujian Anda (para istri), hendaknya Anda tahu kapan saat yang tepat memuji sang suami. Karena saat yang tepat itulah akan tercapai tujuan, yaitu membuat suami ternyum, malu-malu, bahagia dan semakin cinta pada Anda.

Bagaimana caranya? Tips berikut insyaAllah bisa Anda pratikkan:

1. Puji suami saat berhasil dalam tugasnya, caranya:
* Seusai suami menceritakan keberhasilannya dalam tugas (apa pun), peluklah dirinya dan bisikkan kata-kata mesra, seperti I love you, mas hebat deh, aku bangga dengan mas dan lain sebagainya
* Cium suami sebagai tanda terima kasih atas pengorbanan dia demi membahagiakan keluarga
* Butkan masakan spesial sebagai hadiah buat dirinya. Katakan kalau ini hadiah istimewa dari Anda, insya Allah suami akan tambah sayang
2. Puji suami sehabis ia mandi, caranya:
* Sehabis mandi, saat ia sedang berhias memperganteng diri pujilah ia, “Aduh, suamiku kok ganteng banget yah!”. Yakinlah ia akan tersenyum atau malu-malu.
* Cemburui dia saat tampil rapi, tunjukkan bahwa Anda takut kalau-kalau penampilannya tersebut membuat wanita lain meliriknya. Tunjukkan pula kalau Anda takut kehilangan dia.
3. Puji suami saat bangun tidur, caranya:
* Baik bangun tidur untuk shalat malam maupun bangun tidur biasa, pujilah dirinya. Sambil tersenyum katakan, “Mas, matanya sipit tambah cakep, deh!” kemudian cium tangannya.
* Tanyakan padanya minta dibuatkan masakan apa untuk sarapan atau makan siang. Ingatkan suami untuk segera mandi, sholat atau segera menyelesaikan pekerjaannya. Ini akan membuat suami merasa benar-benar diperhatikan.
4. Puji suami setelah membantu Anda, caranya:
* Saat membantu, sediakan baginya minuman hangat atau sekedar camilan.
* Cium tangannya, dan katakan, “Mas adalah suami yang hebat, sayang banget sama istri, ya?”. Sebagai penghargaan kepadanya karena sudah membantu pekerjaan Anda.
* Tawari untuk memijat dirinya jika ia kelelahan.
* Katakan padanya kalau nanti dirinya mengerjakan sesuatu dan butuh bantuansuruh bilang saja, Anda akan siap membantunya.
5. Puji suami sehabis jima’, caranya:
* Pandangi wajah suami, ucapkan terima kasih padanya karena telah memberi yang terbaik buat Anda.
* Segera mengambil minuman untuk suami, dan kalau bisa diminum bersama sebagai tanda sayang dan untuk menambah kemesraan.

Demikianlah sekelumit contoh sederhana dalam membahagiakan suami Anda wahai para Istri…

Buat Anda, para Suami
Bila suami sering dipuji sang istri, itu artinya istri semakin sayang kepada Anda. Istri senang, bahagia dan bangga dengan apa yang Anda lakukan kepadanya dan berharap untuk senantiasa seperti itu, kalau bisa selamanya. Pujian istri juga bermakna bahwa Anda telah menyenangkan dirinya, membuatnya bahagia. Satu kisah dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu seorang sahabat Nabi shalallahu’alaihi wassallaam, bisa menjadi pelajaran bagi Anda akan pentingnya menyenangkan hati istri, sebagaimana Anda juga berharap demikian. Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata,

“Aku berdandan diri untuk kepentingan istriku sebagaimana ia berdandan untuk kepentinganku. Aku tidak mau hanya menikmati hakku dari dirinya tetapi aku pun ingin ia memperoleh haknya dariku. Karena Allah subhannahu ta’ala telah menyatakan,

“…dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf..” (Al-baqarah: 228)

Dengan demikian, satu hal yang lumrah bila Anda harus berbuat yang terbaik buat sang istri tercinta. Namun perlu jadi catatan, apa pun pujian istri terhadap Anda tidak kemudian menjadikan Anda sombong atau ujub. Pula, jangan sampai setiap apa yang Anda lakukan buat istri bertujuan agar dipuji olehnya. Klau niatnya sudah begitu jelas hal tersebut keliru. Biarlah pujian itu keluar secara alamiah, bukan sesuatu yang menjadi niat Anda. Niat Anda tetap satu yaitu ingin menyenangkan hati istri, menyayangi dirinya, dan menjalankan perintah agama.karena yang demikian itu yang berpahala, selain itu berdosa. Wallaahu a’lam.

Oleh karena itu, kenapa harus berat atau malu untuk memuji sang kekasih hati? (Abu Zalfa)

Rujukan:

1. Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat oleh Syaikh Muhammad bin Zainu.
2. 40 Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri oleh Drs. M. Thalib

Komentar (1) »

LAIN FASE, BEDA STRATEGI

Kalau berbicara tentang perencanaan investasi, kayaknya memang tidak dapat dipisahkan dari situasi dan gaya hidup kita saat ini. Biasanya setiap orang memiliki perilaku yang berbeda-beda. Namun, umumnya mengalami tahapan-tahapan kehidupan yang serupa sepanjang hidupnya. Apapun situasi dan kondisi hidup kita saat ini, menabung dan investasi sebaiknya menjadi bagian hidup.

Hanya ingin berbagi ilmu yang saya baca tentang perilaku tahapan-tahapan tersebut. Semoga bermanfaat.

• SAAT MEMPEROLEH GAJI PERTAMA
Mulailah investasi sedini mungkin. Saat memperoleh gaji pertama cobalah membaginya menjadi 50% langsung ditabung dan 50% untuk belanja. Secara umum, dalam situasi ini, gunakan dana untuk membangun saldo dana darurat dan mulai membuat rekening investasi untuk pensiun.

• SAAT KENAIKAN GAJI
Naik gaji artinya bisa meningkatkan pengeluaran? Eits, tunggu dulu! Coba periksa apakah kenaikan gaji kita lebih tinggi dari angka inflasi. Jangan sampai daya beli kita menurun akibat tingginya inflasi. Saat gaji naik, kita dapat melunasi utang kartu kredit jika ada, meningkatkan porsi rasio tabungan menuju 30% dari gaji, meningkatkan saldo dana darurat menuju angka ideal.

• SAAT MENIKAH
Menikah artinya menyatukan dua kehidupan, termasuk keuangan. Untuk itu kita dan pasangan harus sepakat dalam cara pengelolaan keuangan keluarga. Periksa seberapa tinggi toleransi kita berdua terhadap risiko investasi, lalu sesuaikan portofolio investasi kita dan pasangan.
Tentukan jumlah kontribusi investasi regular setiap bulan dan tentukan alokasinya. Sesuaikan anggaran pengeluaran dan lifestyle dengan kemampuan finansial kita dan pasangan. Jangan lupa, periksa apakah proteksi asuransi jiwa dan asuransi kesehatan memadai. Terakhir, tingkatkan saldo dana untuk hari tua, baik biaya hidup maupun dana kesehatan.

• SAAT MEMBELI RUMAH
Membeli rumah merupakan keputusan keuangan yang besar da;am kehidupan dinansial. Pastikan kita memiliki uang muka minimal 30% dari harga beli rumah. Bila belum ada, lakukan investasi menuju target.

Tentukan cicilan kredit rumah setiap bulan maksimal 20% dari total penghasilan. Kita masih harus mencadangkan 10% untuk cicilan utang kartu kredit bila ada.

• SAAT PUNYA BAYI
Kebahagiaan karena datangnya buah hati disertai dengan tanggung jawab membesarkan anak dengan baik. Idealnya, orang tua menyiapkan secara dini kebutuhan-kebutuhan pendanaan yang penting untuk setiap anak. Caranya dengan meningkatkan saldo dana darurat, memeriksa uang pertanggungan jiwa yang memadai, dan mempersiapkan dana pendidikan untuk setiap anak.

• SAAT GANTI KERJA
Pastikan kita telah memiliki saldo dana darurat minimal tiga kali pengeluaran rutin bulanan. Ini untuk mengantisipasi bila setelah masa percobaan, perusahaan tak meneruskan kontrak kerja. Lakukan evaluasi strategi investasi dan alokasi harta untuk mengakomodasi kenaikan gaji dan manfaat dari pekerjaan baru. Mutasikan saldo dana pensiun kita ke dana pensiun perusahaan baru. Jangan lupa juga meneruskan investasi.

• SAAT PENSIUN
Saya sepakat, pensiun dapat dimulai di usia berapa saja. Beberapa orang memulai sebelum usia 55 tahun. Ada juga yang 60 tahun. Apa pun keputusan kita, setahun sebelum pensiun, periksa apakah saldo dana pensiun cukup memadai untuk menghidupi life style yang kita inginkan 20 tahun ke depan. Bila tidak, coba sesuaikan life style kita dengan saldo dana yang masa pensiun.
Pelajari dampak apabila kita mengambil seluruh saldo dana pensiun yang tersedia atau melakukan mutasi ke sebuah anuitas. Ingatlah, saldo yang tersedia harus dikelola untuk memberikan penghasilan pensiun rutin dan juga kemungkinan peningkatan nilai investasi untuk mengalahkan inflasi.
Tak ada salahnya, meminta bantuan perencana keuangan untuk melalui tiap milestone kehidupan kita.

http://tratnasari.wordpress.com

Komentar bertahan »

SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA

SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA
Nikah Vol. 4, No. 6, September 2005

Dulu di tengah hangatnya teh panas dan sepotong rotii di pagi hari, saya dan teman-teman satu kos sering ngobrol tentang sosok ikhwan atau suami ideal.

Menurut kami seorang ikhwan yang paham agama pastilah sosok yang amat ’super’. Super ngemong, sabar, romantis, dan sebagainya, tiada cela dan noda. Dalam pikiran polos kami saat itu, seorang ikhwan itu pasti ittibaussunnah dalam segala hal, termasuk dalam berumah tangga.

Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya menyadari, ternyata dulu kami melupakan satu hal. Yaitu bahwa seorang ikhwan adalah juga manusia, yang tentu saja memiliki sifat “manusiawi”. Mereka pun memiliki sederet masalah, dan mereka bukan malaikat. Jadi, tidak layak tentunya jika berbagai tuntutan kita bebankan kepada mereka.

Membangun harapan adalah sah-sah saja. Hanya saja, jangan kaget setelah bertemu realita. Setelah menikah, menyatukan dua hati yang berbeda bukanlah hal mudah. Menginginkan sosok suami yang bisa menyelesaikan konflik tanpa menyisakan sedikit pun sakit hati atau masalah adalah harapan berlebihan.

Apalagi mengharap suami yang full romantis di antara sekian beban yang ditanggungnya. Suami kita hanyalah laki-laki biasa yang punya masa lalu dan latar belakang berbeda dengan kita. Mereka seperti kita juga, punya banyak kelemahan di samping kelebihannya.

Lantas apakah harus kecewa kalau sudah dapat suami tapi masih jauh dari harapan waktu muda? Tidak juga. Hal terpenting adalah jangan lagi berandai-andai dan mengeluh. Berpikirlah progresif, jangan regresif. Pikirkan solusi, jangan mempertajam konflik atau mendramatisir keadaan. Komunikasikan apa yang ada dalam benak kita dalam situasi terbaik.

Fitrah wanita dengan porsi perasaan yang lebih dominan seharusnya menjadikan kaum hawa lebih pintar memilih waktu curhat yang tepat. Sikap “nrimo” atas kekurangan suami bisa jadi pilihan tepat untuk mengurangi tingkat kekecewaan.

Konsepnya semakin Anda melihat perbedaan, semakin terluka hati ini (self-fulfilling prophecy). Jadi, carilah titik persamaan untuk meraih kebahagiaan. Dan ingat, dari sekian akhwat yang ada, Andalah yang terpilih untuk menjadi belahan hatinya. Karena itu cintailah suami Anda apa adanya.

Bagi para akhwat yang belum menikah, tetaplah “memanusiakan” manusia. Para ikhwan itu adalah seperti diri kita juga. Mereka bukan Superman. Ingat pula bahwa jodoh ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetaplah perbaiki diri baik secara dien maupun fisik. Masalah siapa suami dan bagaimana sosok suami kita kelak adalah hak prerogatif Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Singkirkan sederetan tuntutan “super” bagi calon suami. Semakin banyak tuntutan, bila tak terpenuhi akan membuat tingkat kekecewaan semakin tinggi. Percayalah pada janji Allah, bahwa suami yang baik adalah untuk istri yang baik pula, insya Allah. Lagi pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menegaskan dalam salah satu haditsnya bahwa memilih suami adalah karena ketinggian agama dan akhlaknya, bukan prioritas sekunder lainnya.

Akhir kata, yuk, sembari menyeruput teh panas, kita ganti topik menjadi ~Bagaimana menjadi istri ideal.~ Wallahu a’lam.
(Ummu Aisyah).

Komentar bertahan »

Wanita Di Balik Cahaya Islam (Bag I)

Apakah anda masih percaya, bahwa kemenangan dan kekalahan dalam dunia laga tidak bisa menafikan kekuatan suatu makhluk Allah yang disebut “WANITA”? Jika selama ini anda masih ragu, maka detik ini juga anda harus melenyapkan keraguan itu sampai titik 100%. Yakinlah, bahwa peranan makhluk “lembut” ini dalam menentukan akhir suatu episode luar biasa dahsyatnya.

Bagaimana kita bisa membuktikannya?

Tahukah anda, seorang wanita di zaman mesir kuno yang legendanya masih berbekas hingga hari ini? Siapa lagi kalau bukan Cleopatra. Dia mampu menaklukkan para lelaki, bahkan sampai yang paling gentel pun di masa itu rela bertekuk lutut dihadapannya bukan dengan pedang, bukan dengan tombak tapi cukup dengan daya pikat khas seorang wanita.

Sebegitu dahsyatkah kecantikan seorang Cleopatra? Rasanya tidak juga kan? Sebab di zaman-zaman yang lain tentu saja Allah tetap menciptakan wajah-wajah cantik Cleopatra lainnya, yang mungkin juga sangat dahsyat untuk zamannya, namun belum tentu mampu menandingi kemenangan sang lady Cleopatra.

Lantas? Kalau kita meminjam teori kemungkinan atau sedikit menggerakkan nalar, mungkin kita akan mengatakan bahwa sepertinya sang Cleopatra itu bukan hanya cantik dari sisi fisik (terutama wajah) saja tapi diapun dahsyat dari sisi kharismatik atau inner beautynya. Sebab berapa banyak wanita cantik di dunia ini, namun hanya berapa diantara mereka yang berhasil mengabadikan cerita kemenangan lewat kecantikannya.

Anda tak lupa juga kan dengan sebuah bangunan megah di India hingga masuk dalam daftar satu dari tujuh keajaiban dunia? Itulah Taj Mahal.

Apa hubungannya dengan makhluk lembut dalam pembicaraan kita? Jelas sangat berhubungan, sebab bangunan itu adalah sebuah persembahan cinta dari sang suami untuk isteri tercinta. Apakah disebabkan sang isteri berwajah secantik Cleopatra? Tentu saja tidak, sebab sejarah tidak menyebutkan penyebab pemberiannya karena kecantikan sang isteri yang mampu menyihir hati sang suami hingga rela menumpahkan harta demi cintanya pada wajah sang isteri.

Lantas? Kembali dengan teori kemungkinan, bahwa apapun penyebabnya, yang pasti sang isteri benar-benar memiliki kharisma yang luar biasa dahsyat yang diberikan Allah padanya.

Setelah dua kisah wanita tadi, apakah anda masih membutuhkan figur-figur wanita dahsyat lainnya? Tentu saja untuk meyakinkan diri anda, tidak cukup hanya dengan dua contoh. Sebab untuk menjadikan sesuatu itu sebagai standar baku, butuh berpuluh atau beratus contoh lainnya sebagai suatu bukti.

Dan lembar sejarah kita masih tebal dengan kisah-kisah dahsyat seorang wanita, apalagi jika kita menengok misteri wanita-wanita di balik berkibarnya bendera Islam, yang sampai hari ini, bendera itu tetap menjadi “tokoh utama” dalam pergulatan haq dan bathil dari seluruh penjuru dunia. Bahkan kekuatan dan kharisma makhluk lembut ini dalam percaturan Islam jauh lebih dahsyat dari sekedar kisah Cleopatra dan Taj Mahal.

Semoga anda tidak lupa, dengan julukan Dzatu Nithoqaini yang disematkan pada wanita mulia Asma binti Abu Bakar. Bukankah dia termasuk pemeran wanita terbaik pada saat Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam dan ayahnya bersembunyi di gua Tsur dari pengejaran musuh Allah? Bayangkan, dengan keberaniannya dan keyakinannya pada Allah dia berperan sebagai pengantar makanan secara diam-diam. Sekali lagi, ini tentu membutuhkan keberanian dan kecerdasan!

Jika Cleopatra dan kisah Taj Mahal hanya ada dalam cerita lepas, yang mungkin generasi ke dua puluh tujuh kita bakal melupakan kisahnya nanti, maka bukankah jauh lebih hebat kisah Aisyah Radhiyallahu ‘anha, yang tentu saja sampai generasi keduaratus pun akan tetap mengetahui rangkain kisah keajaiban dan kedahsyatannya, karena sejarahnya sampai terekam dalam lembaran-lembaran Al Quran dan Assunnah, bukankah selagi manusia masih berdomisili di permukaan bumi hingga menjelang kiamat, maka Al Quran pun masih akan terbaca, dan begitu pula Assunnah, masih akan terus dipelajari dan dijadikan teladan oleh ummat?

Belum lagi kisah kepahlawanan Sumayyah Radhiyallahu ‘anha, syahidah pertama dalam sejarah Islam, yang kemudian memotivasi dan memberi spirit dan kekuatan yang luar biasa dalam perjuangan kaum muslimin, khususnya para muslimah untuk memberikan andil dalam menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini.

Nah, jika kita telah menjelajahi beberapa figur wanita dan pengaruhnya dalam menentukan arti sebuah kekalahan dan kemenangan terutama kemenangan untuk Islam, maka saatnya kita menyingkap ada apa dibalik sosok seorang wanita dan apakah setiap yang namanya wanita pasti akan memberikan pengaruh untuk sebuah kesuksesan? Dan bukankah tidak mustahil jika bendera kemenangan itu akan kembali lagi ke dalam genggaman pemiliknya setelah lepas beberapa abad? Ingatlah janji Allah dalam QS. Ash Shaf : 9, yang artinya:

” Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci “.

Jika memang wanita itu mampu memberi pengaruh terhadap terwujudnya kembali CAHAYA ISLAM, maka bagaimana cara untuk mewujudkannya ?

Komentar bertahan »

Profil Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II

Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI, Prof. Boediono mengumumkan secara resmi nama-nama menteri Kabinet Indonesia Bersatu ke-2. Ada tiga puluh nama mencakup 34 menteri dan 3 pejabat negara setingkat menteri. Ketiga puluh tujuh orang tersebut akan dilantik hari ini, Kamis, 23 Oktober 2009, pukul 13.30. Berikut ini profil singkat para menteri dan pejabat setingkat menteri yang telah resmi diumumkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

1. Marsekal TNI (Pur) Djoko Suyanto Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 2 Desember 1950 ini menjabat Panglima TNI dari 13 Februari 2006 sampai 28 Desember 2007. Pada Pilpres 2009, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono. Sebelum menjabat Panglima TNI, Djoko Suyanto adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara (TNI-AU). Ia merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari kesatuan TNI-AU sepanjang sejarah Indonesia. Dalam Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan SBY-Boediono, Djoko Suyanto menempati posisi Menko Polhukam.

2. Ir. M. Hatta Rajasa Pria kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, 18 Desember 1953 ini menjabat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dalam Kabinet Indonesia Bersatu I (KIB). Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan (2004-Mei 2007) dalam kabinet yang sama dan Menteri Riset dan Teknologi dalam Kabinet Gotong Royong (2001-2004).

Pada Pilpres 2009, Hatta juga dipercaya oleh SBY menjadi Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono yang akhirnya berhasil memenangkan pasangan itu menjadi Presiden/Wapres 2009-2014. Hatta Radjasa yang juga politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) menempati posisi Menko Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu II.

3. Agung Laksono Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 23 Maret 1949 ini adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat periode 2004-2009.

Sebelumnya, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto di Kabinet Pembangunan VII (1998-1999), Agung yang masih menjabat Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 sempat dipercaya menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga. Agung Laksono menjadi Menko Kesra pada kabinet bentukan SBY periode 2009—2014.

4. Dr. Andi Alfian Mallarangeng Sebelum menjadi Juru Bicara Kepresidenan, Andi yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Maret 1963 itu dikenal sebagai pengamat politik.

Peraih gelar Doctor of Philosophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat ini juga menjabat pemimpin redaksi situs internet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Andi yang juga anggota Tim Kampanye SBY-Boediono menempati posisi sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga.

5. Letjen TNI (Purn) Sudi Silalahi Salah satu orang kepercayaan Presiden SBY yang lahir di Pematangsiantar, Sumatra Utara, 13 Juli 1949 ini adalah Sekretaris Kabinet dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid satu (2004-2009).

Anggota Tim Kampanye SBY-Boediono ini adalah Sekretaris Menko Polkam, saat Yudhoyono sedang menjabat sebagai Menko Polkam di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Sudi Silalahi menggantikan Hatta Rajasa sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada kabinet mendatang.

6. Sri Mulyani Indrawati Sebelum menjabat Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar pada Desember 2005, wanita kelahiran Bandar Lampung, Provinsi Lampung, 26 Agustus 1962 ini dipercaya menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dalam Kabinet Indonesia Bersatu.

Sejak tahun 2008, Sri Mulyani yang sebelumnya merupakan pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) ini merangkap jabatan sebagai Jabatan Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Sri Mulyani pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia pada tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Pada KIB II, Sri Mulyani tetap menempati posisi Menteri Keuangan.

7. Marie Elka Pangestu, Ph.D Wanita kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1955 ini merupakan wanita Tionghoa-Indonesia pertama yang memegang jabatan sebagai menteri di Indonesia sebagai Menteri Perdagangan dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid satu (2004-2009).

Marie Pangestu memperoleh gelar Bachelor dan Master of Economics dari the Australian National University, serta gelar Ph.D (Doktor) dalam bidang Perdagangan Internasional, Keuangan, dan Ekonomi Moneter dari Universitas California, Davis pada tahun 1986.

Sebelum menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Marie Pangestu telah lama aktif dalam berbagai forum perdagangan seperti PECC dan ia adalah salah seorang peneliti ekonomi terpandang di Indonesia. Marie Pangestu kembali menempati posisi sebagai Menteri Perdagangan.

8. Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, periode 2003-2006, dipercaya menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika pada KIB jilid I menggantikan Sofyan Djalil pada perombakan kabinet tahun 2007.

Pria kelahiran Surabaya, 17 Juni 1959 ini meraih gelar S1 pada Jurusan Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan mengawali karirnya sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984.

Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis. Ia juga menyelesaikan studi S3 di universitas tersebut. M. Nuh yang dikenal sering memberikan ceramah agama ini menempati posisi Menteri Pendidikan Nasional.

9. Drs. Suryadharma Ali Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang lahir di Jakarta pada 19 September 1956 itu adalah Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada KIB jilid I.

Suryadharma menyelesaikan pendidikan sarjananya di Institut Agama Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Jakarta, pada tahun 1984. Sebelum menjadi menteri, ia pernah berkarir di PT Hero Supermarket, dan menduduki posisi Deputi Direktur perusahaan ritel tersebut pada 1999. Pada KIB II ini, ia menduduki posisi sebagai Menteri Agama.

10. Jero Wacik Pria kelahiran Singaraja, Bali, 24 April 1949 ini adalah Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid I (2004-2009).

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat ini merupakan lulusan sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung tahun 1974 dan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1983. Dalam KIB II, anggota Tim Kampanye SBY-Boediono ini kembali menempati posisi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.

11. Gamawan Fauzi Pria kelahiran 9 November 1957 adalah Gubernur Sumatra Barat sejak 15 Agustus 2005. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bupati Kabupaten Solok selama dua periode yakni 1995-2000 dan 2000-2005.

Ia adalah penerima Bung Hatta Award pada 2004 atas keberhasilannya memerangi korupsi pada saat menjadi Bupati Solok. Kini, Gamawan Fauzi menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

12.Marty Natalegawa Pria bernama lengkap Dr. Raden Marty Muliana Natalegawa M.Phil. B.Sc. ini merupakan Wakil Tetap RI untuk PBB sejak 5 September 2007.

Marty yang lahir di Bandung, Jawa Barat, 22 Maret 1963, pernah menjadi juru bicara Departemen Luar Negeri Republik Indonesia.

Sebelum mendapat tugas sebagai Wakil Tetap RI di PBB, Marty Natalegawa adalah Duta Besar RI untuk Inggris sejak 11 November 2005 hingga 5 September 2007.

Marty yang mulai bekerja di Deplu pada 1986 meraih gelar doktor dari Australian National University pada tahun 1993. Sedangkan gelar S2-nya diperoleh di London School of Economics, Universitas Cambridge, Inggris.

Pengalaman diplomatiknya terbilang cukup banyak, antara lain pernah menjabat sebagai kepala delegasi negara untuk sejumlah konferensi internasional, interaliansi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gerakan Non-Blok, konferensi organisasi Islam, dan ASEAN.

Ia pun pernah menjadi delegasi Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB dan dialog trilateral di Timor Timur serta Direktur Jenderal untuk Kerjasama ASEAN (2003-2005). Marty menempati posisi sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Nur Hassan Wirajuda.

13. Syarif Hasan Pria kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan, 17 Juni 1949, yang memiliki nama lengkap Syarifuddin Hasan ini adalah Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR periode 2004-2009.

Ia adalah suami dari presenter dan pemain sinetron Inggrid Maria Palupi Kansil atau yang lebih populer dengan Inggrid Kansil, yang sekarang menjadi anggota DPR dari Partai Demokrat periode 2009-2014.

Saat menjadi anggota DPR, Syarif Hasan –yang meraih gelar Magister Business Administration dari California State University ini– pernah menjadi anggota Komisi XI dan Panitia Anggaran dari Fraksi Partai Demokrat. Syarif Hasan menduduki jabatan Menteri Koperasi dan UKM.

14. Tifatul Sembiring Ia adalah Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2005-2010. Pria kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, 28 September 1961 ini disebut-sebut sebagai “anak panah ketiga” PKS setelah Nur Mahmudi Ismail dan Hidayat Nur Wahid.

Sebelum menjadi Presiden PKS, Tifatul yang juga salah satu pendiri Partai Keadilan –yang kemudian berganti nama menjadi PKS– pernah menjadi Kepala Humas PK dan Ketua DPP PKS wilayah Dakwah I Sumatra.

Ia juga pernah bekerja di PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jawa, Bali, Madura pada 1982-1989. Dalam kabinet, Tifatul menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika.

15. Dr. Salim Segaf Al Jufrie, M.A. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah pada tanggal 17 Juli 1954 ini, dipercaya Presiden SBY menjadi Dubes untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kerajaan Oman sejak Desember 2005, menggantikan pendahulunya Muhammad Maftuch Basyuni yang telah menjadi Menteri Agama.

Salim Segaf Al Jufrie pernah menjadi Ketua Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Direktur Perwakilan WAMY (World Assembly of Muslim Youth) untuk Kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan juga Direktur Syariah Consulting Center.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 (1976), S2 (1980) dan S3 (1986) untuk bidang Syariah di Universitas Madinah, Arab Saudi.

Salim adalah cucu dari ulama besar Palu, K.H. Said Idrus Al Jufri atau lebih dikenal dengan nama “Guru Tua Al Jufri” yang juga pendiri Yayasan Al-Khairaat. Dalam kabinet, ia menjabat sebagai Menteri Sosial.

16. Abdul Muhaimin Iskandar Politisi muda kelahiran Jombang, Jawa Timur, 24 September 1966 adalah Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, ini sejak muda telah terjun di berbagai organisasi, hingga menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Karier politiknya melesat ketika dipilih oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun 1998.

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini kemudian menjadi anggota DPR dari PKB dalam dua periode sejak 1999-2004 dan 2004-2009. Ia juga sempat menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2004-2009. Pada pemilu 2009, Cak Imin kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dari daerah pemilihan Jawa Timur I. Di kabinet, ia menempati posisi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

17. Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. H.E. Pejabat karier di Departemen Pekerjaan Umum (PU) yang menjabat Menteri PU di KIB Jilid I ini lahir di Pengging, Jawa Tengah, 5 Juli 1943.

Djoko Kirmanto menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada tahun 1969 dan pasca sarjananya di Land and Water Development, IHE-Delft, Belanda pada tahun 1977. Ia disebut-sebut menteri tertua di KIB jilid II, yang kembali menempati posisinya sebagai Menteri PU.

18. Darwin Zahedy Saleh, S.E., M.BA Saat ini, Darwin masih menjabat Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan DPP Partai Demokrat. Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) yang lahir di Riau, 29 Oktober 1960 ini, merupakan staf ahli Dekan Fakultas Ekonomi UI dan sekaligus dosen FE UI. Dalam kabinet, Darwin menempati posisi Menneg ESDM/Kepala Bappenas.

19. M.S. Hidayat Pria yang memiliki nama lengkap Mohamad Suleman Hidayat ini lahir di Jombang, Jawa Timur, 2 Desember 1944. Ia adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia periode 2004-2008 dan periode 2008-2012.

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Real Estate Indonesia (1989-1992) dan wakil ketua Federasi Real Estate Asia Pasifik (Asia Pacific Real Estate Federation/APREF). Di kabinet KIB jilid II, M.S. Hidayat menjadi Menteri Perindustrian.

20. Prof. Gusti Muhammad Hatta Ia adalah pakar lingkungan yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sosok yang dikenal sangat perhatian terhadap kondisi lingkungan hidup di Indonesia ini meraih gelar profesornya dari Wageningen University.

Salah satu karya pria kelahiran Banjarmasin itu di bidang lingkungan adalah menjadi salah seorang yang membidani lahirnya pusat penelitian lingkungan hidup (PPLH) di Unlam.

Dari PPLH Unlam tersebut, Hatta banyak memberikan tambahan wawasan dan kritikan terhadap pemerintah tentang pengelolaan lingkungan di Kalsel. Ia menempati posisi Menteri Negara Lingkungan Hidup pada kabinet mendatang.

21. Suharna Surapranata Salah seorang anggota pendiri Partai Keadilan (PK) tahun 1998, yang kemudian berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu kini masih menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS.

Pria dengan satu isteri dan 10 anak itu lahir di Bandung, 13 Desember 1955. Suharna menyelesaikan pendidikan S1 di FMIPA UI dan S2 di Teknik Fisika ITB.

Aktifis masjid kampus ini pernah bekerja sebagai peneliti di Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) dan Dosen FMIPA UI, serta mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional Lemhanas KSA X tahun 2002.

Suharna juga merupakan salah satu pendiri Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI). Sejak berdiri tahun 2004, MITI telah membangun jaringan di seluruh Indonesia dan luar negeri yang mencakup lebih dari 300 ilmuwan doktor Indonesia di seluruh dunia, serta MITI-Mahasiswa di 26 propinsi di seluruh Indonesia.

Program utama yang dilancarkan MITI adalah melakukan akselerasi pemanfaatan iptek di seluruh lini kehidupan masyarakat dan industri, serta membantu pengembangan SDM Iptek Indonesia. Suharna menempati posisi sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek).

22. Linda Agum Gumelar, S.IP Wanita bernama lengkap Linda Amalia Sari ini adalah puteri mantan Menparpostel Achmad Tahir, yang juga istri dari tokoh nasional, mantan Menteri Perhubungan, Agum Gumelar.

Linda Agum Gumelar masih menjabat Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang merupakan federasi dari organisasi kemasyarakatan wanita Indonesia, periode 2004-2009.

Selain itu, mertua dari pebulutangkis nasional Taufik Hidayat ini juga menjabat Ketua Yayasan Keselamatan Payudara. Ia menempati posisi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

23. Patrialis Akbar, S.H. Politisi senior dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang lahir di Padang, 31 Oktober 1958 ini sudah cukup lama menggeluti dunia politik.

Selain piawai dengan dunia politik yang telah lama ditekuninya, praktisi hukum itu dikenal menguasai masalah-masalah hukum dan hak asasi manusia (HAM). Ia menjabat Menteri Hukum dan HAM pada KIB II.

24. Endang Rahayu Setyaningsih Ia menempati posisi sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Siti Fadilah Supari yang merupakan atasannya di Departemen Kesehatan. Endang merupakan staf Litbang Menteri Kesehatan terdahulu dan juga orang yang paling dekat dengan Namru-2 (Naval Medical Research Unit 2). Keberadaan Namru-2 sempat menjadi kontroversi. Namru-2 pertama kali berada di Indonesia pada tahun 1970 untuk meneliti virus-virus penyakit menular bagi kepentingan Angkatan Laut AS dan Departemen Pertahanan AS. Kontrak Namru-2, unit riset virus milik Angkatan Laut AS, dengan RI sudah habis sejak Januari 2000. Endang sendiri sejak awal karirnya sudah menekuni bidang kesehatan. Pada 1979, Endang lulus dengan predikat dokter dari FK UI. 20 tahun berselang, atau tepatnya pada 1992, ia menyabet gelar Master of Public Health. Tak puas dengan apa yang diraihnya, lima tahun kemudian atau pada 1997, Endang menyabet gelar doktor di bidang sama di Harvard School of Public Health, Boston. Karir pendidikan Endang yang cemerlang membawanya pada posisi Direktur di Center for Biomedical and Pharmaceutical Research & Programme Development National Institute of Health Research & Development-MOH. Posisi itu ia tempati pada Februari 2007.

25. Gita Wirjawan Sosok profesional di bidang finansial ini dikenal memiliki pengalaman menangani sejumlah usaha di bidang migas, seperti PT Ancora International, konsultan di perusahaan finance investment GP Morgan dan perusahaan private equity investment GoldmanSach.

Ia juga merupakan salah satu komisaris PT Pertamina. Gita menempati posisi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

26. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Pria kelahiran Lampung, 17 Mei 1962 ini adalah Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN). Zulkifli menjadi calon menteri ketiga dari PAN, setelah Hatta Radjasa dan Patrialis Akbar. Ia menjabat Menteri Kehutanan.

27. Helmy Faisal Zaini Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini baru berusia 37 tahun, tepatnya lahir pada 1 Agustus 1972 di Desa Babakan, pinggiran kota Cirebon, Jawa Barat.

Di kalangan aktivis mahasiswa Jawa Timur era 1990-an, Helmy yang saat itu tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Darul Ulum, Jombang, merupakan salah seorang tokoh demonstran, selain aktif dalam organisasi pers mahasiswa.

Ketika warga Nahdlatul Ulama (NU) ingin mendirikan partai sendiri, yang kemudian diberi nama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Helmy pun terlibat di dalam proses tersebut sebagai anggota Komite Pendeklarasian PKB pada tanggal 23 Juli 1998.

Helmy mengisi pos Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, yang pernah dijabat dua seniornya di PKB yakni Saifullah Yusuf (kini Wakil Gubernur Jawa Timur) dan Muhammad Lukman Edy (kini anggota Komisi V DPR ).

28. Dr. Ir. Mustafa Abubakar Pria kelahiran Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), 15 Oktober 1949 itu adalah Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog).

Mantan Pelaksana Tugas Harian Gubernur NAD itu menyelesaikan pendidikan S1 sampai S3 di Institut Pertanian Bogor.

Ia pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa IPB Bogor, Ketua Ikatan Konsultan Indonesia (Inkindo), juga pernah menjadi Ketua Masyarakat Perikanan Indonesia.

Kesuksesan kepemimpinannya terbukti dalam penyelenggaraan Pilkada Gubernur Provinsi NAD yang pertama di Indonesia dengan calon Independen pada tahun 2007. Mustafa menempati posisi sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

29. Suharso Monoarfa Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 31 Oktober 1954.

Bendahara DPP PPP itu menjadi anggota DPR periode 2004-2009 dan pernah menjadi anggota Panitia Anggaran DPR . Pada Pemilu 2009, ia kembali terpilih menjadi anggota DPR periode 2009-2014. Suharso menjadi calon menteri kedua dari PPP setelah Suryadharma Ali. Ia menempati posisi sebagai Menteri Negara Perumahan Rakyat.

30. Evert Ernest Mangindaan Mantan Pangdam VIII/Trikora ini lahir di Solo, 5 Januari 1944. Mantan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) periode 1995-2000 dikenal sebagai pecinta sepakbola. Ia pernah menjadi pemain sepak bola PSM Makassar itu, menjabat Manajer Timnas PSSI, dan anggota Dewan Kehormatan PSSI.

Ketua Komisi II DPR dari Partai Demokrat periode 2004-2009 itu menduduki posisi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

31. Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.A., M.Sc., Ph.D Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid I ini lahir di Semarang, Jawa Tengah, 16 Juni 1951.

Alumnus Institut Teknologi Bandung tahun 1974 itu meraih gelar MA dari University of Colorado at Boulder Main Campus, Colorado, USA, 1988. Gelar M.Sc. pada 1986 dan Ph.D (ekonomi mineral/sumber daya alam) pada 1988 diperolehnya dari Colorado School of Mines, Golden, Colorado, USA.

Teknolog dan ekonom ini mempunyai latar belakang pengalaman internasional, khususnya dalam lingkup sumber daya alam, pertambangan dan energi.

Purnomo juga menyelesaikan Kursus Reguler Angkatan (KRA) XXV Lemhanas pada 1992 dengan penghargaan Wibawa Seroja Nugraha. Pada September 1998-Agustus 2000, Purnomo pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).Di kabinet, ia menjadi Menteri Pertahanan.

32. Fadel Muhammad Bernama lengkap Ir. H. Fadel Muhammad Al Haddar, pria yang lahir di Ternate, Maluku, 20 Mei 1952 itu merupakan Gubernur Provinsi Gorontalo sejak 10 Desember 2001.

Pada Pilkada Gorontalo 2006, ia memperoleh 81 persen suara. Perolehan suara itu merupakan yang tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis sehingga tercatat dalam rekor MURI sebagai peraih suara tertinggi di Indonesia untuk pemilihan gubernur.

Sebelum menjadi gubernur, Fadel dikenal sebagai seorang pengusaha dan politisi. Kini, ia msih menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo.

Fadel meraih gelar insinyur dari Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan mantan pemimpin Grup Bukaka yang juga didirikannya. Dalam kabinet, Fadel menempati posisi Menteri Kelautan dan Perikanan.

33. Prof. Dr. Armida S Alisjahbana, S.E., M.A. Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung itu lahir di Bandung, 16 Agustus 1960. Armida adalah profesor ekonomi yang menjabat sebagai Wakil Dekan Fakutas Ekonomi Unpad. Dia juga merupakan peneliti senior fakultas Ekonomi Unpad.

Dia memperoleh gelar doktor dari University of Washington, Seattle, Washington, Amerika Serikat. Sarjana ekonomi Jebolan FEUI ini juga kerap menjadi konsultan di sejumlah lembaga keuangan dunia, seperti Bank Dunia, juga di AusAid.

Selain sebagai pembimbing mahasiswa program S1, S2, dan S3 di kampusnya, ia juga menjadi konsultan World Bank di bidang pendidikan, di Bappenas, di Badan Pusat Statistik (BPS), staf ahli Departeman Keuangan dan Menteri Koperasi.

Armida juga kerap tampil sebagai pembicara di berbagai seminar dalam dan luar negeri. Di kabinet, Armida S. Alisjahbana menduduki posisi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.

34. Ir. H. Suswono, M.M.A Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu lahir di Tegal, Jawa Tengah, 20 April 1959. Suswono menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Tegal, Jawa Tengah. Ia kemudian menyelesaikan S1 bidang Sosial Ekonomi Peternakan di Institute Pertanian Bogor.

Kemudian, gelar Magister Manajemen Agribisnis juga diperolehnya dari IPB. Selain mengajar di IPB, Suswono juga mengajar di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor.

Kariernya sebagai politisi menanjak ketika menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX (Kab. Tegal, Kota Tegal, Kab. Brebes) dan menjadi anggota Komisi IV yang membidangi masalah pangan, pertanian, kehutanan, perikanan, dan kelautan.

Pada periode itu, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI. Suswono diprediksi menjabat sebagai Menteri Pertanian menggantian Anton Apriyantono yang juga berasal dari PKS.

35. Laksamana Madya (Purn) Freddy Numberi Pria yang lahir di Serui, Papua, 15 Oktober 1947 itu pernah menduduki sejumlah jabatan menteri sebelum posisi terakhirnya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada KIB jilid I.

Setelah pensiun dari dunia kemiliteran di TNI AL, Freddy menjabat sebagai Gubernur Irian Jaya (sekarang Papua) pada tahun 1998.

Dalam Kabinet Persatuan Nasional (1999-2001) di bawah pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Freddy dipercaya sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri, Freddy dipilih sebagai Duta Besar Indonesia untuk Italia dan Malta. Pada 2004, ia lalu dilantik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Freddy Numberi kembali menempati posisi sebagai Menteri Perhubungan pada kabinet mendatang.

36. Jenderal Pol (Purn) Sutanto Ketua Dewan Pembina Gerakan Pro SBY itu pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) sejak 8 Juli 2005 sampai 30 September 2008.

Pria kelahiran Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 30 September 1950 itu adalah lulusan Akabri (kepolisian) terbaik tahun 1973.

Sebelum menjabat Kapolri, Sutanto menjadi Kepala Badan Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional.

Ia juga pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto pada tahun 1995-1998, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Utara (2000), dan Kapolda Jawa Timur (17 Oktober 2000-Oktober 2002). Sutanto menjabat sebagai Kepala BIN. 37. Kuntoro Mangkusubroto

37.Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto lahir di Purwokerto, 14 Maret 1947. Mantan Menteri Pertambangan (1998-1999) ini ditetapkan sebagai Kepala BP-BRR Aceh Nias (Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara). . Kuntoro pernah menjabat Ketua ITB School of Business.Ayahnya pengacara dan ibunya dosen bahasa Inggris di Universitas Sudirman, Purwokerto. Dia menjalani pendidikan SD hingga SMA di kota kelahirannya. Lalu masuk jurusan Tehnik Industri ITB dan lulus 1972. Setelah lulus, dia langsung diangkat menjadi dosen di almamaternya. Sebagai dosen, dia pun memperdalam ilmunya di bidang industrial engineering di Stanford University (1976). Lalu mendalami bidang civil engineering di universitas yang sama (1977). Kemudian meraih gelar doktor dari ITB (1982) dengan disertasi tentang analisa keputusan.

Tak lama kemudian (1983) Kuntoro ditarik ke kantor Sekretaris Negara menjadi staf ahli menteri muda UP3DN Ginanjar Kartasasmita dan Pembantu Asisten Administrasi Menteri Sekretaris Negara RI Safaruddin Husada (1984). Lima tahun kemudian (1988) dia diangkat menjabat Direktur Utama PT Tambang Batubara Bukit Asam, Tanjung Enim, Palembang. Keberhasilannya memimpin Tambang Timah, kemudian mengantarkannya dipercaya menjabat Dirjen Pertambangan Umum Deptamben (1993). Presiden Soeharto pun memintanya menjabat Menteri Pertambangan dan Energi, tahun 1998. Pada KIB II, Kuntoro menempati posisi sebagai Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan. (Ind/berbagai sumber/eramuslim)

Komentar (1) »

Dr. Murad Wilfried Hofmann Tiada Hari Tanpa Al-Qur’an

Dr Hofmann tidak pernah terputus membaca Al-Qur’an sejak ia terkesan dengan ketabahan Muslim Aljazair dan kepatuhan mereka selama bulan Ramadhan

Hidayatullah.com–Al-Qur’an adalah buku petunjuk yang tidak ada habisnya untuk seluruh umat manusia, keajaibannya tidak pernah berakhir dan sangat cocok untuk segala tempat dan waktu, demikian kata seorang mantan diplomat Jerman.

“Saya tidak pernah berhenti membaca Al-Qur’an. Saya berubah, demikian pula masalah-masalah saya. Namun, saya selalu mendapatkan jawaban sempurna di dalam Al-Qur’an,” kata Dr. Murad Wilfried Hofmann, pemenang untuk Islamic Personality of the Year, dalam Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) 2009.

Hofmann mengatakan bahwa penghargaan yang diterimanya itu merupakan suatu kehormatan bagi dirinya dan seluruh Muslim di Eropa dan dunia Barat.

“Ini merupakan isyarat baik bagi lebih dari 30 juta Muslim di Eropa. Hal seperti ini membuktikan bahwa Muslim di seluruh dunia adalah satu bangsa,” kata Hofmann tentang penghargaan yang diterima tanggal 10 September 2009 itu.

Wilfried Hofmann dilahirkan dalam keluarga Katolik di Aschaffenburg Jerman tahun 1931. Setelah lulus dari Union College di New York, ia merampungkan studinya di Universitas Munich, di mana ia meraih gelar doktor untuk bidang jurisprudensi dalam hukum pada tahun 1957. Ia pernah menjadi asisten peneliti untuk reformasi prosedur sipil federal. Dan di tahun 1960 mendapat gelar LL.M dari Harvard. Selama tahun 1983 hingga 1987 ia menjabat direktur informasi NATO di Brussel. Tahun 1987 ia mendapat tugas sebagai duta besar Jerman untuk Aljazair. Tahun 1990 ia dipindah ke Maroko, tempat tugasnya selama 4 tahun.

Sentuhan pertamanya dengan dunia Islam adalah ketika mulai bekerja sebagai seorang atase di kedutaan Jerman untuk Aljazair tahun 1961. Di sana ia berada dalam situasi perang gerilya antara tentara Perancis dengan tentara Aljazair, Algerian National Front, yang telah berjuang untuk kemerdekaan negaranya selama 8 tahun.

Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kekejaman dan pembantaian massal yang dialami rakyat Aljazair. Setiap hari, hampir selusin orang dibunuh dari jarak dekat –dengan “gaya eksekusi” — hanya karena mereka orang Arab atau karena berbicara tentang masalah kemerdekaan.

“Saya menyaksikan kesabaran dan ketabahan orang-orang Aljazair menghadapi penderitaan yang sangat ekstrim, kepatuhan mereka yang tinggi selama bulan Ramadhan, keyakinan diri bahwa bisa merdeka, dan juga rasa perikemanusiaan mereka di tengah penderitaan yang dialaminya sendiri.”

“Saya selalu penasaran mengapa orang Aljazair begitu disiplin, meskipun mereka menderita.” Ia merasa bahwa agama merekalah yang menjadikan mereka kuat seperti itu. “Karena itu, saya lantas membaca kitab suci mereka, Al-Qur’an,” katanya bercerita. “Saya tidak pernah berhenti membacanya, hingga saat ini.”

Karya seni Islam adalah hal kedua yang menarik perhatiannya.

Dulu ia sangat senang dengan seni dan keindahan tarian balet. Namun, hal itu lantas tersapu sejak ia mengenal karya seni Islam. “Saya terkesan dengan arsitektur Islam dan Arab di Spanyol dan Tunisia, tempat saya biasa berlibur. Itu merupakan seni yang tinggi dibandingkan dengan seni Yunani dan Romawi yang dingin.”

“Rahasianya seperti tersimpan pada kehadiran Islam yang kental dan universal, sebagai sebuah agama dalam segala manifestasi artistiknya, kaligrafi, ornamen Arab, motif karpet, arsitektur masjid dan bangunan, serta perencanaan kota. Saya memikirkan kecermerlangan masjid yang menyingkirkan semua hal berbau klenik, tata letaknya yang sangat demokratis.”

“Saya juga memikirkan tentang kualitas introspektif istana-istana Muslim, kemampuan mereka menghadirkan surga di taman yang teduh, air mancur dan aliran air. Juga tentang stuktrur fungsi sosial yang rumit di kota pusat Islam dulu, yang menyerap semangat dalam bermasyarakat, keterbukaan pasar, suasana panas dan angin, dan menjamin ikatan kuat antara masjid dengan pusat kesejahteraan untuk orang miskin, sekolah, penginapan, pasar dan wilayah pemukiman.”

“Apa yang saya rasakan adalah, Islam begitu membahagiakan di banyak tempat … dalam hal-hal nyata yang kelihatan efek harmoni Islam, cara hidup Islam, dan cara Islam merawat dan memperlakukan sebuah tempat, semuanya meninggalkan kesan di hati dan pikiran.”

Namun, yang memberikan pengaruh besar pada Hofmann untuk menerima Islam, mungkin sebenarnya adalah pengetahuannya tentang sejarah dan doktrin Kristen.

Ia menyadari ada perbedaan nyata antara apa yang dipercayai oleh pemeluk agama Kristen dengan apa yang diajarkan oleh dosen sejarah di universitas. Ia tidak bisa menerima adopsi yang dilakukan oleh gereja atas doktrin yang dibuat oleh Saint Paul mengenai sejarah Yesus. “Ia (Saint Paul), seseorang yang yang belum pernah bertemu dengan Yesus. Tapi dengan kristologinya yang ekstrim, ia mengganti pandangan asli dan benar Yudeo-Kristen tentang Yesus!”

Sangat sulit baginya menerima bahwa manusia dibebani “dosa asal” dan tuhan merelakan putranya sendiri untuk disiksa dan dibunuh demi menyelamatkan umat ciptaannya. “Saya jadi menyadari, betapa dahsyat bahkan merupakan hujatan besar demi membayangkan tuhan tunduk menyerah di hadapan ciptaannya sendiri, bahwa ia tidak bisa berbuat apapun untuk mengatasi masalah — yang dianggap disebabkan oleh Adam dan Hawa — tanpa harus memperanak seorang putra dan dikorbankan dengan cara berdarah-darah seperti itu. Dan bahwa tuhan menderita karena ciptaannya sendiri, yaitu manusia.”

Hofmann juga bertanya tentang keberadaan Tuhan. Setelah menganalisa buah karya para filosof seperti Wittgenstein, Pascal, Swinburn, and Kant, ia menyimpulkan adanya pengakuan intelektual atas keberadaan Tuhan.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana Tuhan berkomunikasi dengan manusia sehingga mereka bisa dibimbing. Hal ini membuat ia mengakui perlu adanya wahyu. Tapi mana yang benar, kitab suci Yahudi, Kristen atau Islam?

Ia menemukan jawaban atas pertanyaan penting itu di dalam Al-Qur’an. “(Yaitu) bahwasanya orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” (QS: 53:38). Ayat itu membuka mata dan menjadi jawaban atas dilemanya. Sangat jelas baginya bahwa Al-Qur’an menolak ide beban “dosa asal” dan harapan “campur tangan” dari orang-orang kudus.

“Seorang Muslim hidup di dunia tanpa pendeta dan tanpa hirarki keagamaan. Ketika berdoa ia tidak berdoa melalui Yesus, Bunda Maria atau melalui orang kudus lainnya. Tapi langsung kepada Tuhan, sebagai seorang umat yang benar-benar bebas. Dan ini adalah agama yang bebas dari misteri.” Menurut Hofmann, seorang Muslim adalah manusia beriman yang bebas, “Par Excellence.”

“Saya mulai melihat Islam dari sudut pandangnya sendiri, sebagai sebuah kepercayaan terhadap Allah yang benar, yang tidak dicampuri oleh hal lain, yang murni, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada satupun yang menyamainya.” Dalam masalah ketuhanan yang dipercayai serta disembah oleh banyak suku-suku dan masalah trinitas, menurut Hofmann, “Al-Qur’an menunjukkan konsep Tuhan yang paling jernih, paling mudah, paling abstrak — yang demikian secara historis paling maju — dan paling sedikit sifat antropomorfiknya.”

“Pernyataan ontologis Al-Qur’an, sebagaimana ajaran etisnya, bagi saya sangat masuk akal, ‘bagaikan emas’, sehingga tidak ada tempat untuk meragukan kebenaran misi kenabian Muhammad. Orang yang memahami sifat manusia pasti mampu menerima kebijaksanaan yang terkandung dalam perintah dan larangan yang diturunkan oleh Allah kepada manusia melalui Al-Qur’an.”

Saat putranya berulang tahun yang ke-18, Hofmann memberikan 12 halaman tulisan, di mana ia menulis tentang apa yang diyakini sebagai agama yang benar.

Ia meminta seorang imam di Cologne, Muhammad Ahmad Rasul untuk memeriksa tulisannya. Pria itu mengatakan kepada Hofmann bahwa ia seorang Muslim, jika benar-benar mempercayai apa yang ditulisnya.

Beberapa hari kemudian ia pun bersyahadat. Tepatnya pada 25 September 1980. Ia mulai menulis banyak buku, kajian buku dan ratusan artikel mengenai Islam di Jerman.

Dr. Hofmann terus melanjutkan karirnya sebagai seorang diplomat Jerman dan pejabat NATO selam 15 tahun setelah ia memeluk Islam. “Saya tidak mengalami diskriminasi dalam profesi saya,” katanya.

Tahun 1984, tiga setengah tahun setelah ia pindah agama, presiden Jerman Dr. Carl Carstens menganugerahinya penghargaan Order of Merit of the Federal Republic of Germany. Pemerintah Jerman membagikan bukunya “Diary of German Muslim” ke seluruh perwakilan Jerman di negara Muslim, sebagai alat untuk analisa.

Kewajiban dalam pekerjaannya tidak menghalanginya untuk melaksanakan ajaran Islam. Dalam jamuan formal, dengan sopan ia akan menolak tawaran minuman beralkohol seperti anggur merah. Sebagai seorang diplomat, seringkali ia harus menjamu tamu-tamu asingnya untuk makan siang. Hofmann selalu menghadiri acara makan siang itu, namun piring di depannya akan tetap dibiarkan kosong, selama bulan Ramadhan.

Tahun 1995, dengan sukarela ia mengundurkan diri sebagai diplomat, mendedikasikan diri untuk kegiatan keislaman. Ia memberikan ratusan kuliah di seluruh penjuru Amerika Serikat dan Eropa. “Saya tidak pernah mengatakan apa yang ingin saya bicarakan. Saya selalu bertanya pada peserta apa yang ingin mereka bicarakan.”

“Mereka lebih memahami tentang negara mereka,” katanya memberi alasan.

Hofmann tidak mengubah nama aslinya ‘Wilfried’, yang berarti pria yang mempunyai keinginan kuat untuk perdamaian. “Istri saya yang orang Turki, yang memilihkan nama Islam saya ‘Murad’,” katanya bercerita.

Hofmann mengajak semua Muslim agar menyampaikan tentang Islam secara bijak, mengatakan Islam yang sesungguhnya Islam, bukan Islam yang sebenarnya bukan Islam. “Lebih baik membicarakan Islam dan jazz, daripada Islam dan terorisme.”

Dalam satu kesempatan diskusi mengenai bahaya alkohol pada kehidupan pribadi dan masyarakat, Ia menceritakan kecelakaan yang pernah dialaminya akibat alkohol. Ketika masih kuliah di New York tahun 1951, ia melakukan perjalanan dari Atlanta ke Mississippi. Ketika sampai di Holy Spring, Mississippi, tiba-tiba dari arah depan ada sebuah kendaraan yang dikemudikan supir mabok meluncur cepat, kecelakaan pun terjadi. Hofmann kehilangan 19 buah gigi dan mulutnya tidak lagi berbentuk.

Setelah menjalani operasi dagu dan bibir bawah, dokter bedah menemuinya dan berkata, “Biasanya, tidak ada yang selamat dalam kecelakaan seperti itu. Tuhan mempunyai sebuah rencana istimewa untukmu, kawan!”

Ketika ia meninggalkan rumah sakit di Holy Spring, dalam keadaan pincang, lengan tangan digendong, lutut dibalut perban dengan warna iodine, dan wajah bagian bawah yang dijahit, ia bertanya-tanya apa gerangan makna dari ucapan ahli bedah itu.

“Akhirnya 30 tahun kemudian, pada hari saya menyatakan iman dalam Islam, makna sebenarnya mengapa saya bisa tetap hidup ketika itu, manjadi jelas bagi saya!”[di/slm/kt/www.hidayatullah.com]

Komentar bertahan »

Suami Jadi Wali Kota, Istri Jadi Ketua DPRD

Wali Kota Jayapura MR Kambu menyatakan siap ditegur istrinya sendiri WW Kambuaya, yang adalah Ketua DPRD Kota Jayapura, jika kinerjanya dianggap kurang memuaskan DPRD. “Kalau memang ada kesalahan wajar jika saya ditegur, kita kerja harus professional. Saya siap ditegur mama (istri),” kata Kambu di Jayapura, Rabu (21/10).

Ia mengungkapkan, meskipun Ketua DPRD Kota Jayapura adalah istrinya sendiri, tetapi itu tidak memengaruhi jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di Kota Jayapura.

“Memang status kami adalah suami istri, namun dalam pekerjaan kami harus tetap menjunjung tinggi profesionalisme. Mama adalah wakil rakyat di legislatif, dan saya sendiri menduduki eksekutif. Justru kami akan bekerja beriringan membangun Kota Jayapura yang kita cintai ini,” ujarnya.

WW Kambuaya juga mengatakan hal senada dengan menjamin adanya kontrol dan pengawasan Dewan di Kota Jayapura terhadap eksekutif pimpinan suaminya. “Kami tetap profesional. Bukan berarti akan melemahkan posisi salah satu pihak, justru akan semakin meningkatkan kinerja kami. DPRD juga bukan saya sendiri, masih banyak anggota lain yang juga akan kritis melihat kinerja eksekutif,” kata Kambuaya.

WW Kambuaya dari Partai Golkar resmi menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura, Papua, periode 2009-2014, sedangkan Wakil Ketua I Ellia Karuri (Partai Demokrat), dan Wakil Ketua II Darwis Massi (PKS).

Pelantikan dan pengambilan sumpah Ketua dan Wakil Ketua terpilih DPRD Kota Jayapura
berlangsung pada Selasa (20/10) malam. Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Jayapura terpilih WW Kambuaya mengatakan, periode lima tahun masa kepemimpinannya akan berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat serta pembangunan yang lebih merata dalam segala hal.

“Kita akan terus melanjutkan program-program yang ditinggalkan Dewan periode yang lalu, dengan memberikan perhatian yang lebih,” kata Kambuaya.

Ia menambahkan, sebagai perempuan yang menduduki jabatan Ketua DPRD Kota Jayapura dapat menjadi motivasi bagi kaum perempuan Papua lainnya untuk mengembangkan diri.
www.kompas.com
1145587p

Komentar (1) »

Marhaban Yaa Ramadhan

Seandainya  seorang tamu yang anda cintai dan anda muliakan menghubungimu dan menga-barkan bahwa dia akan datang kepadamu dan akan tinggal disisimu selama beberapa hari, maka tentu saja anda akan senang dan bahagia, oleh karena itu anda akan bersiap-siap untuk menyambut kunjungan tamu yang anda cintai itu serta melakukan apa yang anda sanggupi mulai dari mengatur dirimu sendiri, membersihkan rumah dan mempersiapkan acara baginya selama anda menjamunya.

Maka bagaimana pendapatmu wahai saudaraku yang tercinta jika tamu yang datang ini bukan hanya dicintai olehmu bahkan dia kecintaan Allah dan serta seluruh kaum muslimin ? Bagaimana jika tamu inirRasul-Nya membawa kebaikan dan keberkahan ?

Dia adalah bulan Ramadhan yang mulia. Bulan Qur’an dan puasa, bulan tahajjud dan tarwih, bulan kesabaran dan ketaqwaan, bulan rahmat, pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Bulan yang didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang diborgol padanya syaitan, ditutup pintu-pintu neraka dan dibuka pintu-pintu untuk mendapatkan keutamaan bulanIsyurga. Kita memohon kepada Allah tersebut. Bulan yang digandakan padanya kebaikan dan ketaatan, bulan yang didalamnya terdapat pahala-pahala yang agung dan keutamaan-keutamaan yang besar.

Maka sangat pantas bagi setiap yang mengetahui sifat-sifat tamu yang agung ini untuk menyambutnya dengan sambutan yang sebaik-baiknya dan bersiap-siap untuk menyambutnya dalam bentuk amaliyah agar meraih manfaat yang sangat agung sehingga keluar dari bulan Ramadhan dalam Ikeadaan ruhnya telah suci dan jiwanya telah bersih. Firman Allah

قَدْ أَفــْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا   الشمس : 9

“Sangat beruntunglah orang-orang yang membersihkan jiwanya”  (QS. As Syams : 9)

Namun, jika anda perhatikan keadaan dunia Islam dalam menyambut bulan Ramadhan sungguh sangat disayangkan, mereka menyambutnya dengan .Ihal-hal yang kebanyakan bertentangan dengan syari’at Allah
berfirman :IAllah

وَمَا أَكْثــَرُ النــَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بــــِمُؤْمِنِينَ      يوسف :103

“Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. (QS. Yusuf:103)

Diantara mereka ada yang menyambutnya dengan perayaan-perayaan, mengadakan pawai lagu-lagu daerah dan nasyid-nasyid yang diiringi dengan musik. Diantara mereka ada yang menyambutnya dengan mempersiapkan acara-acara begadang seperti menonton film-film sinetron yang didalamnya banyak terdapat wanita-wanita yang berhias, menampakkan wajah dan jenis kemaksiatan lainnya. Sebagian yang lain menyambutnya dengan masuk dan berdesak-desakan di pasar untuk membeli aneka macam makanan dan minuman.

Sungguh sangat disayangkan, bulan yang seharusnya disambut dengan dengan hati, lisan danItaubat, amal shalih dan bersyukur kepada Allah seluruh anggota tubuh diganti dengan memperbanyak jenis makanan dan minuman sehingga seakan-akan bulan ini adalah bulan makan, minum dan tidur disiang hari serta begadang pada malam hari dengan berbagai jenis bersabda :rkemaksiatan. Padahal Rasulullah

شِرَارُ أُمــَّـتِيْ اَلَّذِيْنَ غُذُوْا بِالنـَّعِيْمِ اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ أَلْوَانَ الطَّعـَامِ رواه اليهقي

“Sejelek–jelek umatku adalah yang dikenyangkan dengan kenikmatan yaitu mereka yang memakan aneka macam makanan” (HHR. Baihaqi)


Apa yang kami paparkan merupakan sebagian dari sekian banyak fenomena yang ada pada kaum muslimin dan kesemuanya itu bertentangan dengan . Kepada mereka semuanya kami ingatkan firman
rpetunjuk Nabi Muhammad :IAllah

قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى البقرة : 120

“Sesungguhnya petunjuk Allah adalah sebenar-benarnya petunjuk”  (QS. Al-Baqarah : 120)


Bagaimana seharusnya menyambut bulan ini ?


1. Berdoa
Yaitu berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian salaf. Demikian pula memohon kepada Allah pertolongan-Nya dalam melaksanakan puasa, shalat dan amalan-amalan shalih lainnya dengan sebaik-baiknya.


2. Bersuci dan membersihkan diri.
Yang kami maksudkan disini adalah kebersihan yang sifatnya maknawi yaitu taubat nashuha dari segala dosa dan maksiat dan ini wajib disetiap waktu. Kita katakan kepada ahli maksiat bagaimana pantas anda kepadamu sedangkan anda dalam keadaan yang
Imenyambut hadiah Allah tidak diridhai-Nya ? Bagaimana anda berpuasa dan berbuka dengan barang-barang yang haram ? Wahai yang meninggalkan shalat bagaimana mungkin puasa anda diterima sedangkan anda meninggalkan rukun yang kedua, yang mana orang yang meninggalkannya, maka dia kafir secara mutlak !! Wahai pemakan riba, suap dan harta haram lainnya bagaimana anda menahan diri (berpuasa) dari segala yang mubah (makan dan minum) lalu berbuka dengan sesuatu yang  haram ? wahai anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, bagaimana jiwamu bisa tenang berpuasa  telah mendo’akan kejelekan atasmu dan telahupadahal malaikat Jibril !! Wahai yang meninggalkan kewajiban-kewajibanrdiaminkan oleh Nabi dan melakukan hal-hal yang haram seperti mendengarkan lagu-lagu, merokok, duduk-duduk dengan orang yang fasik dan lain-lain, bagaimana anda mengharapkan puasamu diterima dan bermanfaat padahal anda dalam rkeadaan seperti ini ? Apakah anda belum dengar sabda Nabi

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ رواه البخاري

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal kepentingan terhadap puasanyaIdengannya maka tidak ada bagi Allah (yang sekedar meninggakan makan dan minum)”  (HR. Bukhari)
yang lain
rDan sabda beliau

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ رواه أحمد

“Boleh jadi orang yang berpuasa namun bagian yang didapatkannya hanyalah lapar dan haus” (HSR. Ahmad)


Maka bersegeralah bertaubat dengan taubat yang benar dan nasuha karena Alhamdulillah pintu taubat senantiasa terbuka dan taubat bukanlah hanya sekedar meninggalkan dosa-dosa namun taubat yang hakiki adalah anda kembali kepada Zat Yang Maha Mengetahui Yang Ghaib Jalla Wa ‘Ala dengan berfirman :
Ijiwa dan ragamu. Allah 

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنــــِّي لَكُمْ مِنْهُ نـــَذِيْرٌ مُبِينٌ الذاريات : 50

“Maka segeralah kamu kembali kepada (mena’ati) Allah, sesungguhnya aku pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu” (QS. Adz Dzariyat : 50)


3. Mempersiapkan jiwa untuk menyambut bulan puasa
Yaitu dengan bersikap loba untuk berpuasa di bulan Sya’ban semampumu demikian pula memperbanyak amal-amal shalih lainnya pada bulan tersebut karena bulan Sya’ban adalah bulan yang diangkat padanya . Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits
Iamalan-amalan kepada Allah Usamah bin Zaid yang diriwayatkan oleh Nasaai dan Ibnu Khuzaimah serta berpuasa penuh padardihasankan oleh Al-Albani  bahwasanya Rasulullah bulan Sya’ban atau beliau memperbanyak puasa padanya


4. Bertafaqquh (mempelajari) hukum-hukum puasa dan dan mengenal sebelum memasuki puasa : anda mempelajari syarat-syarat
rpetunjuk Nabi diterimanya puasa, hal-hal yang membatalkannya, hukum berpuasa dihari syak, perbuatan-perbuatan yang dibolehkan dan dilarang bagi yang berpuasa, adab-adab dan sunnah-sunnah berpuasa, hukum-hukum shalat tarawih, hukum-hukum yang berkaitan dengan orang yang memiliki udzur seperti mengadakan perjalanan, sakit, hukum-hukum yang berkaitan dengan zakat fitri dan lain-lain. Maka hendaknya kita berilmu sebelum memahami :Idan mengamalkannya. Sebagaimana firman Allah

فَاعْلَمْ أَنــَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ محمد : 19

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan termpat tinggalmu” (QS. Muhammad:19)


bersabda :
r mendahulukan perintah berilmu sebelum berkata dan berbuat. Rasulullah IDidalam ayat ini Allah

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ رواه البخاري و مسلم

“Barang siapa yang diinginkan oleh Allah kebaikan kepadanya, maka Allah memandaikannya dalam ilmu Ad-Diin” (HR. Bukhari dan Muslim)


5. Mengatur dengan sebaik-baiknya program bagi tamu yang agung ini dengan mempersiapkan program untuk diri sendiri, keluarga dan orang-orang yang engkau cintai demi memanfaatkan bulan yang mulia ini sebaik-baiknya seperti membaca, mempelajari dan menghafal Al-Qur’an, qiyamul lail, memberikan buka bagi orang-orang yang berpuasa, umrah, I’tikaf, sedekah, zikir, tazkiyatun nafs dan berbagai jenis ketaatan yang lain.
Ya Allah, pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan dan bantulah kami dalam berpuasa, shalat tarawih dan amal shalih lainnya. Ya Allah, teguhkanlah kami dalam ketaatan hingga kami berjumpa dengan-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengabulkan permohonan. Wallahu A’lam.


, keluarga beliau dan para sahabatnya.
rShalawat Allah dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad


-Abu Abdillah-


Maraji’: Lembaran da’wah yang ditulis oleh Abu Mush’ab Riyadh bin Abdir Rahman Al-Haqiil

Komentar bertahan »

TERAPI RASULULLAH DALAM PENYEMBUHAN PENYAKIT AL-ISYQ (CINTA)

Mukaddimah
Virus hati yang bernama cinta ternyata telah banyak memakan korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja yang nekat bunuh diri disebabkan putus cinta, atau tertolak cintanya.
Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama mengembala domba ketika kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini atau sedang mengalaminya? mau tau terapinya? Mari sama-sama kita simak terapi mujarab yang disampaikan Ibnu Qoyyim dalam karya besarnya Zadul Ma’ad.

Beliau berkata : Gejolak cinta adalah jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan perbedaannya dengan jenis penyakit lain dari segi bentuk, sebab maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.

Allah mengkisahkan penyakit ini di dalam Al-Quran tentang dua tipe manusia, pertama wanita dan kedua kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan). Allah mengkisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al-Aziz gubernur Mesir yang mencintai Nabi Yusuf, dan menimpa Kaum Luth. Allah mengkisahkan kedatangan para malaikat ke negeri Luth

Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina “.Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” Luth berkata: “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”. (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”. [Al-Hijr: 68-72]

KEBOHONGAN KISAH CINTA NABI DENGAN ZAINAB BINTI JAHSY
Ada sekelompok orang yang tidak tahu menempatkan kedudukan Rasul sebagaimana layaknya, beranggapan bahwa Rasulullah tak luput dari penyakit ini sebabnya yaitu tatkala beliau melihat Zaenab binti Jahsy sambil berkata kagum: Maha Suci Rabb yang membolak-balik hati, sejak itu Zaenab mendapat tempat khusus di dalam hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, oleh karena itu Beliau berkata kepada Zaid bin Haritsah: Tahanlah ia di sisimu hingga Allah menurunkan ayat:

“Artinya : Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni`mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni`mat kepadanya : “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi” [Al-Ahzab :37] [1]

Sebagain orang beranggapan ayat ini turun berkenaan kisah kasmaran Nabi, bahkan sebagian penulis mengarang buku khusus mengenai kisah kasmaran para Nabi dan meyebutkan kisah Nabi ini di dalamnya. Hal ini terjadi akibat kejahilannya terhadap Al-Quran dan kedudukan para Rasul, hingga ia memaksakan kandungan ayat apa-apa yang tidak layak dikandungnya dan menisbatkan kepada Rasulullah suatu perbuatan yang Allah menjauhkannya dari diri Beliau .

Kisah sebenarnya, bahwa Zainab binti Jahsy adalah istri Zaid ibn Harisah .–bekas budak Rasulullah– yang diangkatnya sebagai anak dan dipanggil dengan Zaid ibn Muhammad. Zainab merasa lebih tinggi dibandingkan Zaid. Oleh Sebab itu Zaid ingin menceraikannya. Zaid datang menemui Rasulullah minta saran untuk menceraikannya, maka Rasulullah menasehatinya agar tetap memegang Zainab, sementara Beliau tahu bahwa Zainab akan dinikahinya jika dicerai Zaid. Beliau takut akan cemoohan orang jika mengawini wanita bekas istri anak angkatnya. Inilah yang disembunyikan Nabi dalam dirinya, dan rasa takut inilah yang tejadi dalam dirinya. Oleh karena itu di dalam ayat Allah menyebutkan karunia yang dilimpahkanNya kepada Beliau dan tidak mencelanya karena hal tersebut sambil menasehatinya agar tidak perlu takut kepada manusia dalam hal-hal yang memang Allah halalkan baginya sebab Allah-lah yang seharusnya ditakutinya. Jangan Sampai beliau takut berbuat sesuatu hal yang Allah halalkan karena takut gunjingan manusia, setelah itu Allah memberitahukannya bahwa Allah langsung yang akan menikahkannya setelah Zaid menceraikan istrinya agar Beliau menjadi contoh bagi umatnya mengenai kebolehan menikahi bekas istri anak angkat, adapun menikahi bekas istri anak kandung maka hal ini terlarang.sebagaimana firman Allah:

“Artinya : Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu” [Al-Ahzab: 40]

Allah berfirman di pangkal surat ini:

“Artinya : Dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja” [Al-Ahzab : 4]

Perhatikanlah bagaiamana pembelaan terhadap Rasulullah ini, dan bantahan terhadap orang-orang yang mencelanya. Wabillahi at-Taufiq.

Tidak dipungkiri bahwa Rasulullah sangat mencintai istri-istrinya. Aisyah adalah istri yang paling dicintainya, namun kecintaannya kepada Aisyah dan kepada lainnya tidak dapat menyamai cintanya tertinggi, yakni cinta kepada Rabbnya. Dalam hadis shahih:

“Artinya : Andaikata aku dibolehkan mengambil seorang kekasih dari salah seorang penduduk bumi maka aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih”[2]

KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL-ISYQ
Penyakit al-isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahbbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dariNya dan dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengaanNya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf alaihis salam:

“Artinya ; Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” [Yusuf : 24]

Nyatalah bahwa Ikhlas merupakan immunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya berupa perbuatan jelek dan keji.Artinya memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu .

Berkata ulama Salaf: penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya. Allah berfirman mengenai Ibu Nabi Musa:

“Artinya ; Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya” [Al-Qasas :11]

Yakni kosong dari segala sesuatu kecuali Musa karena sangat cintanya kepada
Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.

BAGAIMANA VIRUS INI BISA BERJANGKIT ?
Penyakit al-isyq terjadi dengan dua sebab, Pertama : Karena mengganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua: perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tiada niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun Penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.

MAKHLUK DICIPTAKAN SALING MENCARI YANG SESUAI DENGANNYA
Berkata Ibn al-Qayyim: ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya, secara fitrrah saling tertarik dengan jenisnya, sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.

Rahasia adanya percampuran dan kesesuaian di alam ruh akan mengakibatkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilah
tegaknya urusan manusia. Allah befirman:

“Artinya : Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya” [Al-A'raf :189]

Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tentram dan senang seorang lelaki terhadap pasangannya karena berasal dari jenis dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa, dan tidak pula karena adanya kesamaan dalam tujuan dan keingginan, kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk, walaupun tidak dipungkiri bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.

Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadisnya:

“Artinya : Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih “[3]

Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah nabi mengucapkan hadis ini.

Karena itulah syariat Allah akan menghukumi sesuatu menurut jenisnya, mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan perbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain maka jelaslah karena minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaedah persamaan dan sebaliknya.

Penerapan kaedah ini tidak saja berlaku di dunia lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat, Allah berfirman:

“Artinya : (kepada malaikat diperintahkan): Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah” [As-Shaffat : 23]

Umar ibn Khtaab dan seteelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran wajahum yakni yang sesuai dan mirip dengannya .Allah juga berfirman

“Artinya : Dan apabila jiwa dipertemukan” [At-Takwir : 7]

Yakni setiap orang akan digiring dengan orang-orang yang sama prilakunya dengannya, Allah akan menggiring antara orang-orang yang saling mencintai kareNya di dalam surga dan akan menggiring orang orang yang saling bekasih-kasihan diatas jalan syetan di neraka Jahim, tiap oran akan digiring dengan siapa yang dicintainya mau tidak mau. Di dalam mustadrak Al-Hakim disebukan bahwa Nabi bersabda:

“Artinya : Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali akan digiring bersama mereka kelak” [4]

[Diterjemahkan oleh : Ustadz Ahmad Ridwan,Lc (Abu Fairuz Al-Medani), Dari kitab : Zadul Ma'ad Fi Hadyi Khairi Ibad, Juz 4, halaman 265-274, Penulis Ibnu Qayyim Al-Jauziah]
_________
Foote Note
[1]. Ini berita batil yang diriwayatkan oleh Ibn Sa’ad dalam at-Tabaqat/101-102, dan al-Hakim 3/23 dari jalan Muhammad ibn Umar al Waqidi seorang yang Matruk (ditinggalkan)– dan sebagian menggapnya sebagai pemalsu hadis, dari Muhakmmad ibn Yahya ibn Hibban–seorang yang siqah –namun riwayat yang diriwayatkannya dari Nabi sekuruhnya mursal. Kebatilah riwayat ini telah diterangkan oleh para ulama almuhaqqiqin. Mereka berkata: Penukil riwayat ini dan yang menggunakan ayat ini sebagai dalil terhadap prasangka buruk mereka mengenai Rasulullah sebenranya tidak meletetakkan kedudukan kenabian Rasulullah sebagaimana layaknya, dan tidak mengerti makna kemaksuman Beliau. Sesungguhnya yang disembunayikan Nabi di dalam dirinya dan belakangan Allah nampakkan adalah berita yang Allah sampaikan padanya bahwa kelak Zaenab akan menjadi istrinya. Faktor yang membuat nabi menyembunyikan berita ini tidak lain disebabkan perasaan takut beliau terhadap perkataan orang bahwa Beliau tega menikahi istri anak angkatnya . Sebenarnya dengan kisah ini Allah ingin membatakan tadisi jahiliyyah ini dalam hal adopsi , yaitu dengan menikahkan Rasulullah dengan istri anak angkatnya. Peristiwa yang terjadi dengan Rasulullah ini sebagai pemimpin manusia akan lebih diterima dan mengena di hati mereka.. Lihat Ahkam Alquran 3/1530,1532 karya Ibn Arabi dan Fathul Bari 8/303, Ibn Kastir 3/492, dan Ruhul Ma’ani 22/24-25.
[2]. Hadis diriwayatkan oleh Bukhari 7/15 dalam bab fadhail sahabat Nabi, dari jalan Abdullah ibn Abbas, dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (2384) dalam Fadail Sahabat, bab keutamaan Abu Bakar, dari jalan Abdullah ibn Masud, dan keduanya sepakat meriwayatkan dari jalan Abu Sa’id al-khudri.
[3]. Hadis Riwayt Bukhari 7/267dari hadis Aisyah secara muallaq, dan Muslim (2638) dari jalan Abu Hurairah secara mausul
[4]. Diriwayatkan oleh Ahmad 6/145, 160, dan an-Nasai dari jalan Aisyah Bahwa Rasulullah Saw bersabda: Aku bersumpah terhadap tiga hal, Allah tidak akan menjadikan orang-orang yang memiliki saham dalam Islam sama dengan orang yang tidak memiliki saham, saham itu yakni: Sholat, puasa dan zakat. Tidak lah Allah mengangkat seseorang di dunia, kemudain ada selainNya yang dapat mengankat (derajatnya) di hari kiamat. Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali kelak Allah akan menggumpulkannya bersama (di akhirat). Kalau boleh aku bersumpat terhadap yang keempat dan kuharap aku tiodak berdosa dalam hal ini yaitu tidaklah seseorang memberi pakaian kepada orang lain (untuk menutupi auratnya) kecuali Allah akn memberikannya pakaian penutup di hari kiamat. Para perawi hadis ini stiqah kecuali Syaibahal-khudri (di dalam Musnad di tulis keliru dengan al-isyq-hadromi). Dia meriwayatkan dari Urwah, dan dia tidak di tsiqahkan kecuali oleh Ibn Hibban, namun ada syahidnya dari hadist Ibn Masud dari jalur Abu Yala, dan Thabrani dari jalur Abu Umamah, dengan kedua jalan ini hadis ini menjadi sahih.

CINTA DAN JENIS-JENISNYA
Cinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan, yang tertinggi dan paling mulia adalah mahabbatu fillah wa lillah (cinta karena Allah dan di dalam Agama Allah) yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, yang dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan RasulNya.

Cinta berikutnya adalah cinta yang terjalin karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, mazhab, idiologi, hubungan kekeluargaaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.

Diantara jenis cinta lainnya yakni cinta yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya, baik dalam bentuk kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan biologis. Cinta yang didasari hal-hal seperti tadi yaitu al-mahabbah al-’ardiyah– akan hilang bersama hilangnya apa-apa yang ingin didapatnya dari orang yang dicintai. Yakinlah bahwa orang yang mencintaimu karena sesuatu akan meninggalkanmu ketika dia telah mendapat apa yang diinginkannya darimu.

Adapun cinta lainnya adalah cinta yang berlandaskan adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang mencintai dan yang dicinta. Mahabbah al-isyq termasuk cinta jenis ini tidak akan sirna kecuali jika ada sesuatu yang menghilangkannya. cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh dan jiwa, oleh karena itu tidak terdapat pengaruh yang begitu besar baik berupa rasa was-was, hati yang gundah gulana maupun kehancuran kecuali pada cinta jenis ini.

Timbul pertanyaan bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang sedang kasamaran saja, jika cinta ini perpaduan jiwa dan ruh maka tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak bukan sepihak saja?

Jawabnya yaitu bahwa tidak terpenuhinya hasrat disebabkan kurangnya syarat tertentu, atau adanya penghalang sehingga tidak terealisasinya cinta antara keduanya. Hal ini disebabkan tiga faktor ; Pertama: bahwa cinta ini sebatas cinta karena adanya kepentingan, oleh karena itu tidak mesti keduanya saling mencintai, terkadang yang dicintai malah lari darinya. Kedua: adanya penghalang sehingga dia tidak dapat mencintai orang yang dicintanya, baik karena adanya cela dalam akhlak, bentuk rupa, sikap dan faktor lainnya. Ketiga: adanya penghalang dari pihak orang yang dicintai.

Jika penghalang ini dapat disingkirkan maka akan terjalin benang-benang cinta antara keduanya. Kalau bukan karena kesombongan, hasad, cinta kekuasaan dan permusuhan dari orang-orang kafir, niscaya para rasul-rasul akan menjadi orang yang paling mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada diri, keluarga dan harta.

TERAPI PENYAKIT AL-ISYQ
Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam sahihain dari riwayat Ibn Mas’ud Radhiyallahu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah , barang siap yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina)”.

Hadis ini memberikan dua solusi, solusi utama, dan solusi pengganti. Solusi petama adalah menikah, maka jika solusi ini dapat dilakukan maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwaytkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan”.

Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang merdeka ataupun budak dalam firman-Nya:

“Artinya : Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah”.[An-Nisa : 28]

Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang diberikannya terhadap hambaNya dan kelemahan manusia untuk menahan syahwatnya dengan membolehkan mereka menikahi para wanita yang baik-baik dua, tiga ataupun empat, sebagaimana Allah membolehkan bagi mereka mendatangi budak-budak wanita mereka. Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika mereka butuh sebagai peredam syahwat, keringanan dan rahmati-Nya terhadap makluk yang lemah ini.

2. Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan karena tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar’i dan takdir, penyakit ini bisa semangkin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan dirinya bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi, lebih baik baginya untuk segera melupakannya. Jiwa yang berputus asa untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan, akan berpengaruh terhadap jiwanya sehingga semangkin menyimpang jauh.

Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari terapi lain yaitu dengan mengajak akalnya berfikir bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dapat dijangkau adalah perbuatan gila, ibarat pungguk merindukan bulan. Bukankah orang-orang akan mengganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?

Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya tertutup karena larangan syariat, terapinya adalah dengan mengangap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan adalah dengan menjauhkan dirinya dari yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu kearah yang diingininya tertutup, dan mustahil tercapai.

3. Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, hendaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal, pertama karena takut (kepada Allah) yaitu dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih kekal dan lebih nikmat, akan memilih yang lebih tinggi derajatnya. Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak terlintas dalam pikiranmu dengan kenikmatan sesaat yang segera berbalik menjadi sumber penyakit. Ibarat orang yang sedang bermimpi indah, ataupun menghayal terbang melayang jauh, ketika tersadar ternyata hanyalah mimpi dan khayalan, akhirnya sirnalah segala keindahan semu, tinggal keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan menunggu.

Kedua keyakinan bahwa berbagai resiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika dia gagal melupakan yang dikasihinya, dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus, yaitu:gagal dalam mendapatkan kekasih yang diinginkannya, dan bencana menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya. Jika yakin bakal mendapati dua hal menyakitkan ini niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta.Dia akan bepikir bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama , harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar sedikit demi mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Sementara kebodohan, hawa nafsu, kezalimannya kan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan apa yang dikasihinya . orang yang terhindar adalah orang-orang yang dipelihara oleh Allah.

4. Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak terima dengan terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemasalahatan yang akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsunya akan menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang datang, lebih parah lagi dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilannya dan kemaslahatannya.

5. Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi kejelekan kekasihnya,dan hal-hal yang membuatnya dampat menjauh darinya, jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan dari keindahannya, hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada disekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang tersembunyi baginya. Sebab sebagaiman kecantikan adalah faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya demikian pula kejelekan adalah pendorong kuat agar dia dapat membencinya dan menjauhinya. Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan sampai terperdaya dengan kecantikan kulit dengan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak dan kusta, tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannnya kepada kejelelekan sikap dan prilakunya, hendaklah dia menutup matanya dari kecantikan fisik dan melihat kepada kejekan yang diceritakan mengenainya dan kejelekan hatinya.

6. Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir adalah mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah yang senantiasa menolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepadaNya, hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya dihadapan kebesaranNya, sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Jika dia dapat melaksankan terapi akhir ini, maka sesunguhnya dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya, jangan sampai dia menjelek-jelekkan kekasihanya dan mempermalukannya dihadapan manusia, ataupun menyakitinya, sebab hal tersebut adalah kezaliman dan melampaui batas.

PENUTUP
Demikianlah kiat-kiat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun ibarat kata pepatah: mencegah lebih baik daripada mengobati, maka sebelum terkena lebih baik menghindar. Bagaimana cara menghindarinya? tidak lain dengan tazkiyatun nafs.

Semoga pembahasan ini bermanfaat.

[Diterjemahkan oleh : Ustadz Ahmad Ridwan,Lc (Abu Fairuz Al-Medani), Dari kitab : Zadul Ma'ad Fi Hadyi Khairi Ibad, Juz 4, halaman 265-274, Penulis Ibnu Qayyim Al-Jauziah]

Komentar bertahan »

CINTA oh CINTA

Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syari. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya ¬pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal in adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya.

Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.

1. Cinta (AI-Hubb)

Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai, dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir. Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, menganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta, seperti telah kami jelaskan dalam bab Kedua.

Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa’i dari Mughirah bin Su’bah Radhiyallahu ‘anhu berkata ;”Aku telah meminang seorang wanita”, lalu Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku :’Apakah kamu telah melihatnya ?” Aku berkata :”Belum”, maka beliau bersabda : ‘Maka lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu pada akhimya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua’

Sesungguhnya kami tahu bahwa kebanyakan dari orang-orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, mereka takut membicarakan masalah “cinta”, bahkan umumnya mereka mengira pembahasan cinta adalah perkara-perkara yang haram, karena itu mereka merasa menghadapi cinta itu dengan keyakinan dosa dan mereka mengira diri mereka bermaksiat, bahkan salah seorang diantara mereka memandang, bila hatinya condong pada seseorang berarti dia telah berbuat dosa.

Kenyataannya, bahwa di sini banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang “cinta” dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dimana mereka beranggapan bahwa cinta itu suatu maksiat, karena sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dia lihat dari lelaki-lelaki rusak dan perempuan-perempuan rusak yang diantara mereka menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan. Mereka saling duduk, bermalam, saling bercanda, saling menari, dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Mereka mengira bahwa ‘cinta’ tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, tetapi justru sebaliknya.

Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat¬-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta, Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya) :

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak,… “,
(Q.S Ali¬-Imran : 14)

Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidak ada pernikahan, tidak ada keturunan dan tidak ada keluarga. Namun, Allah Ta’ala tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan diantara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari’atkan dalam bersuami isteri, sebagaimana tercantum dalam hadits Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas radiyallahu anhuma berkata : telah bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :

Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pemikahan .?

Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rusak atau keji, maka Allah telah menyuruh yang pertama kali agar menundukan pandangan, karena pandangan’ itu kuncinya hati, dan Allah telah haramkan semua sebab-sebab yang mengantarkan pada Fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahramya, bersenggolan, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, karena perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala.

Allah lah yang menghiasi bagi manusia untuk cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar, dan sungguh telah tersebut dalam hadits bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian ; wanita dan wangi¬-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat?
( HR Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi)

Bahwa Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan. Contohnya : apabila lelaki dan wanita saling pandang memandang atau berduaan atau duduk cerita panjang lebar, lalu cenderunglah hati keduanya dan satu sama lainnya saling mencinta, maka kecondongan ini tidak akan menyebabkan keduanya disiksanya, karena hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa untuk menguasai hatinya. Akan tetapi, keduanya diazab karena yang dia lakukan. Dan karena keduanya melakukan sebab yang menyampaikan pada ‘cinta’, seperti telah kami sebutkan. Dan keduanya akan dimintai tanggungjawab dan akan disiksa juga dari setiap keharaman yang dia perbuat setelah itu.

Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan oleh sebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam ucapan kami dalam bab ‘Rindu’. Dan dalam keadaan yang mutlak, sesungguhnya yang paling selamat yaitu menjauhi semua sebab-sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta, dan mengantarkan pada bahaya-bahaya yang banyak, namun sangat sedikit mereka yang selamat.

2. Rindu (Al-’Isyq)

Rindu itu ialah cinta yang berlebihan, dan ada rindu yang disertai dengan menjaga diri dan ada juga yang diikuti dengan kerendahan. Maka rindu tersebut bukanlah hal yang tercela dan keji secara mutlak. Tetapi bisa jadi orang yang rindu itu, rindunya disertai dengan menjaga diri dan kesucian, dan kadang-kadang ada rindu itu disertai kerendahan dan kehinaan.

Sebagaimana telah disebutkan, dalam ucapan kami tentang cinta maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang orang tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram. Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya dari orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi’ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang meskipun kerinduan itu timbul dari perkara yang haram sebagaimana pembahasan dalam masalah cinta.

Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik laki-laki maupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan dan menyembunyikan kerinduannya sebab dia tidak mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya dan bersabar atasnya sampai mati karena kerinduan tersebut maka dia mendapatkan pahala syahid di akhirat.

Hal ini tidak aneh jika fahami kesabaran orang ini dalam kerinduan bukan dalam kefajiran yang mengikuti syahwat dan dia bukan orang yang rendah yang melecehkan kehormatan manusia bahkan dia adalah seorang yang sabar, menjaga diri meskipun dalam hatinya ada kekuatan dan ada keterkaitan dengan yang dirindui, dia tahan kekerasan jiwanya, dia ikat anggota badannya sebab ini di bawah kekuasaannya. Adapun hatinya dia tidak bisa menguasai maka dia bersabar atasnya dengan sikap afaf (menjaga diri) dan menyembunyikan kerinduannya sehingga dengan itu dia mendapa pahala.

3. Cemburu (Al-Ghairah)

Cemburu ialah kebencian seseorang untuk disamai dengan orang lain dalam hak-haknya, dan itu merupakan salah satu akibat dari buah cinta. Maka tidak ada cemburu kecuali bagi orang yang mencintai. Dan cemburu itu ternasuk sifat yang baik dan bagian yang mulia, baik pada laki-laki atau wanita.

Ketika seorang wanita cemburu maka dia akan sangat marah ketik~asuaminya berniat kawin dan ini fitrah padanya. Sebab perempuan tidak akan menerima madunya karena kecemburuannya pada suami, dia senang bila diutamakan, sebab dia mencintai suaminya. Jika dia tidak mencintai suaminya, dia tidak akan peduli (lihat pada bab 1). Kita tekankan lagi disini bahwa seorang wanita akan menolak madunya, tetapi tidak boleh menolak hukum syar’i tentang bolehnya poligami. Penolakan wanita terhadap madunya karena gejolak kecemburuan, adapun penolakan dan pengingkaran terhadap hukum syar’i tidak akan terjadi kecuali karena kelalaian dan kesesatan.

Adapun wanita yang shalihah, dia akan menerima hukum-hukum syariat dengan tanpa ragu¬-ragu, dan dia yakin bahwa padanya ada semua kebaikan dan hikmah. Dia tetap memiliki kecemburuan terhadap suaminya serta ketidaksenangan terhadap madunya.
Kami katakan kepada wanita-wanita muslimah khususnya, bahwa ada bidadari yang jelita matanya yang Allah Ta’ala jadikan mereka untuk orang mukmin di sorga. Maka wanita muslimat tidak boleh mengingkari adanya ‘bidadari’ ini untuk orang mukmin atau mengingkari hai-hal tersebut, karena dorongan cemburu.

Maka kami katakan padanya :
1. Dia tidak tahu apakah dia akan berada bersama suaminya di surga kelak atau tidak.
2. Bahwa cemburu tidak ada di surga, seperti yang ada di dunia.
3. Bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengkhususkan juga bagi wanita dengan kenikmatan-kenikmatan yang mereka ridlai, meski klta tidak mengetahui secara rinci.
4. Surqa merupakan tempat yang kenikmatannya belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam hati manusia, seperti firman Allah Ta’ala :
“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaltu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata scbagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan
?
(Q.S As-Sajdah : 17)

Oleh karena itu, tak seorang pun mengetahui apa yang tcrsembunyi bagi mereka dari bidadari-bidadari penyejuk mata sebagai balasan pada apa-apa yang mereka lakukan. Dan di sorga diperoleh kenikmatan-kenikmatan bagi mukmin dan mukminat dari apa-apa yang mereka inginkan, dan juga didapatkan hidangan-hidangan, dan akan menjadi saling ridho di antara keduanya sepenuhnya. Maka wajib bagi keduanya (suami-isteri) di dunia ini untuk beramal sholeh agar memperoleh kebahagiaan di sorga dengan penuh kenikmatan dan rahmat Allah Ta’ala yang sangat mulia lagi pemberi rahmat.

Adapun kecemburuan seorang laki-laki pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut ‘dituntut dan wajib’ baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya. Dan dengan adanya kecemburuan ini, akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya. Adapun contoh kecemburuan dia pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau meraka telanjang dan membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya.

Anehnya bahwa kecemburuan seperti ini, di jaman kita sekarang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain. Akan tetapi akan hilang keheranan itu ketika kita sebutkan bahwa manusia di jaman kita sekarang ini telah hidup dengan adat barat yang jelek. Dan maklum bahwa masyarakat barat umumnya tidak mengenal makna aib, kehormatan dan tidak kenal kemuliaan, karena serba boleh (permisivisme), mengumbar hawa nafsu kebebasan saja. Maka orang¬orang yang mengagumi pada akhlaq-akhlaq barat ini tidak mau memperhatikan pada akhlaq Islam yang dibangun atas dasar penjagaan kehormatan, kemuliaan clan keutamaan.

Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mensifati seorang laki-laki yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-¬sifat yang jelek, yaitu Dayyuuts: Sungguh ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabraani dari Amar bin Yasir ; serta dari Al-Hakim, Ahmad dan Baihaqi dan Abdullah bin Amr , dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga yaitu peminum khomr, pendurhaka orang tua dan dayyuts. Kemudian Nabi menjelaskan tentang dayyuts, yaitu orang yang membiarkan keluarganya dalam kekejian atau kerusakan, dan keharaman.

(Dikutip darikitab Ushulul Mu’asyarotil Zaujiyah, Penulis: Al-Qodhi Asy-Syaikh Muhammad Ahmad Kan’an, Edisi Indonesia “Tata Pergaulan Suami Istri Jilid I? Penerbit Maktabah Al-Jihad, Jogjakarta)

Disalin langsung dari situs www.darussalaf.or.id

Komentar (1) »